Kenangan Mas Banjar di UPTD SD Negeri 7 Asam-Asam (2018–2023)

Mas Banjar
0

 


📖 Kenangan Mas Banjar di UPTD SD Negeri 7 Asam-Asam (2018–2023)

Tahun 2018 menjadi awal dari perjalanan yang tak terlupakan bagi saya, Mas Banjar , ketika pertama kali dipercaya untuk mengajar sebagai tenaga honorer di UPTD SD Negeri 7 Asam-Asam . Dengan niat tulus dan semangat membara, saya melangkahkan kaki ke sekolah itu bukan sekedar untuk bekerja, tetapi untuk mengabdi dan belajar menjadi bagian dari perjalanan pendidikan anak-anak bangsa.

Namun sebelum semua itu terjadi, saya tidak bisa melupakan jasa besar dari seseorang yang sangat berjasa dalam perjalanan awal saya— Ibu D (inisial). Beliaulah yang dengan tulus dan percaya merekomendasikan saya kepada kepala sekolah dan para dewan guru saat itu. Berkat beliau, saya diberi kesempatan emas untuk menjadi bagian dari keluarga besar SDN 7 Asam-Asam.
Terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Ibu D atas kepercayaannya dan niat baik yang membuka pintu pengabdian ini untuk saya.

Selama lima tahun mengajar di sana, saya banyak mengalami suka duka. Pernah dipercaya menjadi wali kelas 3, kelas 4, hingga kelas 5 , dan dari semua itu, saya paling banyak menghabiskan waktu sebagai operator Dapodik sekolah. Tugas yang sunyi tapi penuh tanggung jawab. Mengelola data pokok pendidikan bukanlah hal yang mudah, tetapi saya jalani dengan penuh dedikasi karena tahu bahwa data itu adalah urat nadi administrasi sekolah .

Banyak pengalaman penting yang saya dapatkan selama di sana. Selain menjadi operator dan wali kelas, saya juga pernah dipercaya sebagai guru PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan) . Saya ikut membimbing anak-anak dalam kegiatan olahraga, senam pagi, hingga lomba-lomba 17 Agustus yang sangat meriah.


Saya juga pernah menjadi tangan kanan bendahara BOS , membantu mengelola dana sekolah dengan penuh tanggung jawab dan transparansi. Tidak hanya itu, saya dipercaya sebagai inventaris barang sekolah , mencatat dan merawat perlengkapan serta aset sekolah agar tetap terjaga dan terjaga.
Dan salah satu tanggung jawab terbesar yang pernah saya emban adalah ketika menjadi Ketua Sarana dan Prasarana , memastikan bahwa fasilitas sekolah berjalan dengan baik, dari ruang kelas hingga kebersihan lingkungan sekolah.

Yang lebih menantang lagi adalah ketika saya memutuskan untuk kuliah di tahun 2019 , sambil tetap menjalankan tugas sebagai guru honorer dan operator dapodik. Itu bukan hal yang mudah. Saya harus membagi waktu antara kampus, tugas sekolah, dan kegiatan dapodik. Tapi semua saya jalani dengan ikhlas dan niat tulus demi masa depan yang lebih baik.
Akhirnya, di akhir tahun 2023 , saya berhasil lulus kuliah , dan itu adalah pencapaian besar yang sangat berarti bagi saya—karena saya meraihnya sambil tetap mengabdi di SD Negeri 7 Asam-Asam .

Namun justru di pertengahan tahun 2023 , saya memutuskan untuk berhenti bekerja di UPTD SD Negeri 7 Asam-Asam . Sebuah keputusan yang sangat berat dan tidak mudah. Ada hal yang menjadi alasan kuat, meskipun tidak bisa saya ceritakan secara terbuka. Biarlah itu menjadi bagian dari kisah perjalanan pribadi saya.

Sejak saya berhenti, saya sering mendapat pesan dan sapaan dari teman-teman operator dapodik yang dulu sering bersama saya. Mereka mengatakan bahwa mereka sangat rindu dengan kebersamaan kita dulu , saat kita berjuang bersama menyelesaikan sinkronisasi data, validasi, hingga canda tawa di sela-sela kesibukan.

Bahkan, banyak dari mereka yang merekomendasikan agar saya bisa kembali lagi ke SDN 7 Asam-Asam , karena mereka percaya bahwa saya adalah bagian penting dari tim. Tapi sampai hari ini, ada alasan kuat yang membuat saya belum bisa kembali seperti dulu . Bukan karena saya tak ingin, melainkan karena saya harus menata ulang langkah ke depan dengan hati-hati.

Dan jika boleh jujur, Mas Banjar sangat merindukan suasana UPTD SD Negeri 7 Asam-Asam . Rindu tawa anak-anak, rindu rekan-rekan guru, rindu operator meja, dan bahkan rindu suara bel sekolah. Suasana itu begitu melekat di hati saya.

Saya menyimpan harapan besar, bahwa suatu saat nanti saya bisa kembali lagi mengabdi di dunia pendidikan , terutama di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut —karena di sanalah jiwa saya merasa pulang.


Mas Banjar tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia pendidikan.
Saya hanya berganti peran—dari seorang guru honorer di sekolah, menjadi seseorang yang tetap ingin menyebarkan ilmu dan nilai-nilai baik, entah melalui tulisan, blog, atau kegiatan lainnya.

Karena bagi saya, mengajar bukan soal tempat, tapi soal niat.
Dan semangat itu akan terus hidup—meski tidak lagi di ruang kelas SD Negeri 7 Asam-Asam.




Tags

Posting Komentar

0 Komentar

"Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak di blog Mas Banjar!
Komentarmu jadi semangat baru untuk terus berbagi cerita dan inspirasi. 🙏😊"

Posting Komentar (0)