“Di Tengah Perkembangan Zaman, Ke Mana Pergi Attitude?”
Zaman terus berkembang. Teknologi melesat cepat. Informasi tersebar dalam hitungan detik. Dunia yang dulu terasa jauh kini hanya sejauh sentuhan jari.
Anak-anak zaman sekarang tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka akrab dengan gawai sejak kecil. Mereka fasih menggunakan media sosial bahkan sebelum benar-benar memahami makna etika dalam berkomunikasi.
Namun di balik kemajuan itu, ada sesuatu yang perlahan terasa memudar: attitude.
Bukan semua, tentu saja. Masih banyak anak yang sopan dan berakhlak baik. Tetapi tidak sedikit pula yang mulai kehilangan batas dalam berbicara. Bahasa yang digunakan terasa kasar. Nada yang keluar terdengar kurang hormat. Candaan yang dianggap biasa ternyata menyimpan ketidaksantunan.
Kata-kata seperti:
Membantah tanpa adab.
-
Berbicara kepada orang tua tanpa rasa hormat.
-
Mengomentari sesuatu dengan nada meremehkan.
-
Menggunakan bahasa yang kurang pantas seolah itu hal biasa.
Semua itu kini sering dianggap wajar. Bahkan terkadang dianggap keren.
Padahal, lisan adalah cerminan hati. Bahasa adalah gambaran karakter.
Perkembangan zaman memang membawa kebebasan berekspresi. Media sosial memberi ruang untuk berbicara tanpa batas. Tetapi kebebasan tanpa kendali bisa berubah menjadi kehilangan nilai.
Anak-anak hari ini hidup dalam arus yang deras. Mereka terpapar berbagai konten baik maupun buruk. Jika tidak ada bimbingan, yang terserap sering kali bukan nilai kesopanan, melainkan gaya bicara yang keras, sindiran yang tajam, dan kebiasaan membalas tanpa pikir panjang.
Sikap hormat yang dulu diajarkan dengan tegas kini sering dianggap kuno. Menunduk saat berbicara kepada guru terasa asing. Mengucapkan terima kasih dengan tulus terasa sederhana namun jarang.
Di sinilah peran orang tua dan pendidik menjadi sangat penting.
Perkembangan zaman tidak bisa dihentikan. Teknologi tidak bisa dihindari. Tetapi nilai, akhlak, dan adab tetap harus ditanamkan.
Tetapi sopan santun tidak pernah ketinggalan zaman.
Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang dihormati bukan hanya kecerdasannya, tetapi sikap dan tutur katanya.
Dan mungkin, di tengah derasnya perkembangan dunia, tugas kita bukan mengeluhkan generasi sekarang, tetapi membimbing mereka agar modern tanpa kehilangan adab.
.png)

"Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak di blog Mas Banjar!
Komentarmu jadi semangat baru untuk terus berbagi cerita dan inspirasi. 🙏😊"