“Aku Tidak Diam Karena Tidak Sayang”
Aku ingin bicara jujur, tanpa emosi, tanpa menyalahkan.
Kamu sering bilang aku tidak sayang. Kamu bilang aku tidak peduli. Kamu merasa aku yang menjauh. Dan ketika aku mencoba menjelaskan, kamu berkata bahwa semua tudingan itu muncul karena kamu sayang.
Aku mengerti, rasa cemas bisa lahir dari cinta. Aku paham, takut kehilangan bisa membuat seseorang lebih sensitif. Tapi izinkan aku mengatakan satu hal dengan tegas:
Tidak semua kemarahan adalah bukti cinta.Dan tidak semua diam adalah bukti tidak peduli.
Aku tidak pernah lupa kamu. Aku tidak pernah sengaja mengabaikan. Aku hanya terlalu fokus ketika bekerja. Saat aku bekerja, aku serius. Aku tenggelam dalam tanggung jawab. Aku berusaha menyelesaikan semuanya dengan baik karena aku ingin masa depan yang stabil, bukan hanya untukku, tapi juga untuk kita.
Ketika aku terlambat memberi kabar, itu bukan karena aku sedang mengabaikanmu. Itu karena pikiranku sedang penuh dengan target dan kewajiban. Fokusku kadang terlalu kuat sampai aku tidak sadar waktu berjalan begitu cepat.
Tapi dalam semua itu, kamu tetap ada di pikiranku.
Kalau kamu bilang tudinganmu adalah tanda sayang, maka izinkan aku bertanya: apakah sayang harus selalu dibuktikan dengan curiga? Apakah peduli harus selalu dibungkus dengan marah?
Cinta yang sehat bukan hanya tentang takut kehilangan.Cinta yang sehat juga tentang percaya.
Aku tidak sempurna. Aku akui aku kurang dalam komunikasi. Aku bisa lebih baik dalam memberi kabar. Itu akan aku perbaiki. Tapi kamu juga perlu belajar memahami bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam menunjukkan rasa.
Aku mencintai dengan tanggung jawab.Aku peduli dengan kesungguhan.Aku berjuang dengan tindakan, bukan hanya kata-kata.
Jika kamu ingin hubungan ini bertahan, mari kita sama-sama dewasa. Jangan langsung menuduh sebelum bertanya. Jangan langsung menyimpulkan sebelum mendengar penjelasan.
Aku tidak pernah meninggalkan.Aku tidak pernah menjauh.Aku hanya ingin dicintai tanpa terus-menerus dihakimi.
Kalau kita memang saling sayang, mari bangun hubungan ini dengan kepercayaan, bukan kecurigaan. Dengan komunikasi, bukan asumsi. Dengan pengertian, bukan tudingan.
.png)

"Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak di blog Mas Banjar!
Komentarmu jadi semangat baru untuk terus berbagi cerita dan inspirasi. 🙏😊"